Sunday, 10 March 2013

A Mode of Combined ERP and KMS Knowledge Management System Construction

Knowledge Management
ERP dan manajemen pengetahuan mempunyai inti yang cenderung sama, keduanya akan memberikan informasi yang sebenarnya (tentang status barang dan uang) kepada orang yang tepat (dengan jabatan yang seharusnya) pada waktu yang tepat. Dapat hampir dipastikan, dengan meningkatnya manajemen pengetahuan dalam sebuah sistem ERP, perusahaan akan mencapai tujuannya dengan lebih baik. Tulisan ini membandingkan konsep titik logis hall three-dimensional structure dari sistem manajemen pengetahuan dan ERP pada tingkat metodologi. Tulisan ini juga menemukan kemiripan ERP dan manajemen pengetahuan dalam dimensi waktu, dimensi logika dan dimensi pengetahuan. Hal ini menjadikan dasar metodologi penelitian tulisan ini, yaitu perencanaan, pelaksanaan secara simultan dan aplikasi. Lalu kemudian mengusulkan model Sistem Manajemen berbasis pengetahuan ERP Multi-Agen. Akhirnya, tulisan ini akan menggambarkan proses dari perencanaan sampai pelaksanaan dari manajemen pengetahuan sistem ERP dengan interaksi multi-Agen dan dampak dari ketiga konsep, yaitu manajemen pengetahuan, perangkat lunak dan sistem.

Translated from:
A Mode of Combined ERP and KMS Knowledge Management System Construction, Kang Yuena, Wen Yangeng, Zhou Qun, 2012

Picture credit:


Integrating Real-Time Systems with Corporate Information Systems


Mengintegrasikan sistem yang terdistribusi melibatkan lebih dari hanya menghubungkan teknologi komunikasi yang berbeda. Tetapi juga melibatkan  perhubungan lingkungan informasi yang berbeda. Secara tradisional, control supervisory dan sistem akuisisi data telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional di lapangan dan dalam pabrik. Sedikit perhatian telah diberikan untuk mengetahui sebaik apa sistem tersebut berintegrasi dengan infrastruktur informasi perusahaan. Saat ini, setiap industri telah merasakan akibat dari beberapa tren utama: globalisasi, konsolidasi, deregulasi, cycle times yang cepat, compressed time-to-market, dan produk dan jasa baru. Efek yang terlihat adalah “islands of automation” di lapangan atau dalam pabrik yang tidak lagi memenuhi kebutuhan bisnis. Sejak 1990, HP telah mengeksplorasi cara baru untuk membangun sistem terdistribusi yang mengintegrasikan pengukuran dan control sistem dengan business enterprise.

Translated from:
Integrating Real-Time Systems with Corporate Information Systems, Ronald R. Derynck, Thomas W. Hutchinson, 1998


Thursday, 7 March 2013

Project Preparedness and The Emergence of Implementation Problems in ERP Projects


Paket ERP merupakan salah satu perangkat lunak yang penting untuk dibeli dari organisasi menengah dan kecil, meskipun mereka telah tersedia selama lebih dari 10 tahun dan telah menjadi fondasi dari IS bagi banyak organisasi. Besar dan kompleksitas proyek dalam perusahaan menimbulkan risiko yang cukup besar, karena itu, strategi untuk mengendalikan faktor risiko adalah hal yang terpenting dalam mencapai beberapa tingkat keberhasilan. Beberapa pekerjaan telah dilakukan untuk mengidentifikasi key players dan kegiatan yang berkontribusi terhadap keberhasilan ERP dan tampaknya bahwa manajer yang membuat evaluasi awal proyek, menentukan aturan, pemain, tujuan, kendala, dan tanggung jawab manajer proyek dan otoritas lebih mungkin untuk menjadi sukses. Dengan demikian, kesiapan sebuah organisasi sangat penting.Kurangnya kesiapan di bidang standarisasi dan penyebaran memimpin seluruh perusahaan proses bisnis infrastruktur untuk proyek diperpanjang kerangka waktu, dengan eskalasi terkait biaya.

Translated from: Project preparedness and the emergence of implementation problems in ERP projects, David Sammon, Frederic Adam (2010)

Decision Support Systems and Web Technologies: A Status Report


Decision support systems (DSS) modern menyediakan manajer kapabilitas dengan kisaran yang luas. Sistem terkomputerisasi mendukung  pekerjaan keputusan seperti pengumpulan informasi, pembentukan model, analisis sensitivitas, kolaborasi, evaluasi alternatif dan implementasi keputusan. Dan juga, dukungan keputusan terintegrasi dalam proses bisnis dan DSS digunakan untuk analisis ad hoc. Pengembangan positif tersebut difasilitasi oleh teknologi Web. Internet global dan World-Wide-Web saat ini merupakan teknologi primer yang memungkinkan dalam mengirimkan dukungan keputusan. Teknologi World-Wide-Web telah dengan cepat mentransformasikan seluruh proses perancangan, pengembangan, dan implementasi untuk seluruh tipe Decision Support System. Secara khusus, teknologi telah menyediakan media baru untuk berbagi informasi mengenai dukungan keputusan dan arti baru dari pengiriman kapabilitas dukungan keputusan. 

Translated from a journal by:
Hemant K. Bhargava, Pennsylvania State University
Daniel J. Power, University of Northern Iowa

Picture credit: